Kamis, 17 Maret 2011

Bahaya Radiasi Terhadap Tubuh Manusia

Radiasi serangan bisa dari manapun, baik dari lingkungan sehari-hari dan sangat serius seperti kebocoran reaktor nuklir. Ketika tingkat radiasi di atas normal, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tidak panik.


Beberapa hal yang perlu diketahui tentang radiasi adalah sebagai berikut, seperti dikutip FoxNews, Kamis (17/03/2011).

1. Radiasi di mana-mana
Radiasi di mana-mana, secara alami ditemukan di lingkungan sehari-hari banyak. Panas, cahaya dan gelombang sumber (microwave) mikro radiasi yang tidak dapat dihindari.

Uranium, radium adalah throrium dan bahan radioaktif yang dilepaskan dalam jumlah kecil oleh tanah dan batu. Karena jumlahnya kecil, sumber-sumber radiasi tidak mengancam kesehatan.

2. Setiap manusia terkena radiasi
Disadari atau tidak, setiap manusia terkena radiasi sepanjang tahun. Menurut data dari US Centers for Disease Control dan Pencegahan, sekitar 80 persen orang terkena radiasi dari sumber-sumber alam sedangkan 20 persen sisanya berasal dari penggunaan peralatan radiologi, khususnya sinar-X. Artinya, tubuh manusia memiliki toleransi sampai tingkat tertentu untuk menetralisir efek radiasi.

3. Sindrom radiasi akut
Ledakan atau kebocoran dari reaktor nuklir memberikan pejanan (paparan) jumlah tinggi radiasi, yang secara langsung dapat memicu efek jika hanya untuk waktu yang singkat. Berbagai gejala termasuk mual, muntah, diare dan kerusakan kulit disebut sindrom radiasi akut (ARS).

Dalam jangka panjang, pejanan radiasi dari reaktor nuklir bisa merusak sumsum tulang dan pendarahan internal. radiasi reaktor nuklir akubat Berbagai kerusakan umumnya bersifat permanen dan dapat mengakibatkan kematian dalam beberapa bulan ke depan.

4. Apa yang harus dilakukan ketika darurat nuklir
Dalam kondisi darurat akibat peningkatan tingkat radiasi di atas normal, warga biasanya diminta untuk berlindung di tempat penampungan.

Bisa juga di rumah jika dipaksa dan didorong untuk menutup semua pintu dan jendela, matikan kipas dan pendingin udara, masih tidak membawa benda-benda dari luar rumah dan memantau situasi sekitar melalui radio atau televisi. [health.detik.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar